25/03/2018

PANDHU SWARGA


Ini pentas latihan dadakan, ngiras Ngintun Donga, 1000 hari wafatnya Almh. Nyi Wasitah Harjo Sutrisno, Ibu dari Bp. Eko Bejo Mulyono di Besi (Candisari), Jl. Kaliurang km 12.

Mas Triyono datang ke rumah pada malam Sabtu, dan wayangan itu sendiri pelaksanaannya malam Senin (Minggu malam; 18 Februari 2018).

Wayang pakai koleksi sendiri, tapi gawangan dan kelirnya pakai kagungane Pak Eko (Pendhapa Candisari).



09/03/2018

BURUNG PIPIT



Dari Album KOES PLUS (POP MELAYU Vol.4) ini hanya lirik yang berbunyi "Rumah kecil mungil, pinggir kali .." yang selalu saya ingat. Syair lengkapnya sudah lupa, dan bahkan judulnya-pun tidak tidak ingat lagi.

Saat tahun 1976-an itu lagu-lagu KOES PLUS menjadi inspirasi penulis dan teman-teman untuk membentuk group "Orkes Melayu Anak-anak" (se-usia anak SLTP) setelah Orkes Keroncong "PUSPA IRAMA" bubar.

Dari beberapa periode group, mulai Orkes "Klenting Mungil", kemudian "Nada Irama", lanjut Qasidah "Nada Nirwana", tercatat nama teman-teman yang begitu mengesan.

Sebagian besar teman-teman itu sekolah di SMP Negeri Gentan (sekarang dikenal dengan nama SMP Negeri 2 Ngaglik). Dulu nama itu selalu diikuti dengan kata-kata "Filial SMP Negeri Donoharjo" yang berarti 'Kelas-Jauh'-nya.


Nama kecil teman-teman itu:

Parjiyono (ngakunya nama YON; sekolah di SMP Kanisius Kentungan)

Muhammad Zainal Arifin (IPING; selanjutnya sekolah di Stembayo; Kimia Industri, lulus 1982, kerja di Pertamina Pulau Seribu).
Yang ini teman ngaji dan belajar, juga teman main gamelan dan musik. Maklum, Bapak-nya ikut Orkes Melayu "Teratai Putih".

Bambang Irianto (kreatif otak-atik elektronik, selanjutnya sekolah di STMN II Yogya; Listrik, lulus 1981, pernah mengajar di STMN Jayapura, pindah di SMKN 2 Depok Sleman).

Herman (lupa nama lengkapnya, paling usil dan ada saja ide-nya yang lucu).

Mulyono (pinter ngaji, setia kawan dan paling berani terhadap hantu).

Suharno (putra Polisi, pinter nggambar, selanjutnya sekolah di Stembayo; Listrik/Mesin?, lulus 1981; kerja di Total Oil, Balikpapan).

Sukahar (punya andong; memelihara kuda; melanjutkan ke SMA II BOPKRI Yogya, sekarang dokter gigi).


Setelah periode itu, banyak teman-teman lain bergabung meski tidak lama, seperti nama-nama: Kimpul, Judin, Slamet, Priyo, Neni, Suryanti, Atik M., dll.



Silahkan coba klik link ini:
 BURUNG PIPIT  


Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini:  BURUNG PIPIT




Load: Jum'at, 09-03-2018 jam 19:13, Jakal 10,5 Jogja


01/03/2018

WULANDARI


Lagu ini aslinya dilantunkan oleh Endar Pradesa. Saya tidak tahu persis, penyanyi ini berasal dari Jawa Tengah (sekitar Pekalongan?) atau justru dari Indonesia Timur mengingat logat atau aksen bahasanya agak unik, misalnya huruf 'e' diucapkan seperti pada kata 'teknik' dan bukan seperti pada kata 'telah'.

Selain itu, cengkok lagunya juga seakan terpengaruh oleh Ebiet GAD yang saat itu sedang booming dan nyaris menguasai musik POP Indonesia.

Lepas dari itu semua, dulu penulis yang masih duduk di bangku SMA di era awal 80-an (atau akhir dasawarsa 70-an) begitu tertarik dengan lagu ini, padahal saat itu tidak ada kenangan khusus dengan nama 'Wulandari'.

Sayangnya, 'Endar Pradesa' setelah itu tidak memperdengarkan lagi album yang hits sehingga kesannya penyanyi itu menghilang dan hanya punya satu album saja.

Untuk MP3 lagu ini, ilustrasi Cover-nya, hanya saya buatkan sket wajah (menggunakan Corel Draw versi lawas) karena sulit mencari sosok Wulandari yang benar-benar sedang 'berharapkan rembulan' seperti syair lagu ini.

Silahkan coba klik link ini:  WULANDARI

Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini: WULANDARI








24/02/2018

ANGIN MALAM


Lagu "Angin Malam"  ini sebenarnya sudah jadi pada tahun 2015, kira-kira bersamaan dengan MP3 "Guru Muda", tapi karena dirasa ada editing yang kurang pas, akhirnya musik dan vokalnya direvisi sedikit.

Saya tidak tahu, kenapa seneng menirukan Broery Marantika (Pesolima) dan penyanyi Maluku yang lain (termasuk Franky Sahilatua) padahal tidak terlalu nge-fans.

Pada tahun 1990-an sebenarnya ingin merekam lagu Symphony ... (lupa judul lengkapnya; Symphony Yang Indah?) tapi masih ada saja yang membuat batal merekam.

Silahkan coba klik link ini:  ANGIN MALAM

Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini:  ANGIN MALAM



 
an 02 Feb 2018 jam 02.25
 
 

12/02/2018

SUNDA KELAPA


Mungkin terinspirasi saat menyampaikan materi Budaya Jogja (Mataram) ke anak-anak setelah sebelumnya materi itu penulis sampaiakan ke Siswa Baru pada Juli 2017.

Keberanian Sultan Agung untuk menolak kehadiran VOC di Batavia begitu mengagumkan karena VOC telah mengusik martabat dan harga diri Raja Jawa beserta rakyatnya.

Sultan Agung tidak menunggu hingga VOC menyerang Mataram, tapi sebaliknya, Sultan mengerahkan pasukannya untuk 'Nglurug' ke Batavia melalui Pelabuhan Sunda Kelapa.

Maka pantaslah jika pada daerah yang menjadi lintasan dan menjadi kantung-kantung prajurit Mataram, pada masa awal NKRI memunculkan tokoh tokoh tangguh, sebutlah Jendral Sudirman, Jendral Ahmad Yani, Jendral Gatot Subroto, Letnan Jendral Sarwo Edhie Wibowo dll.

Kok 'ndilalah' .. , sekitar dua minggu yang lalu penulis tergerak untuk membuat aransemen Keroncong Sunda Kelapa yang berkisah tentang negara Taruma Negara, Raja Purnawarman, Jayakarta, Sunda Kelapa dan Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Mataram (ibukota di Plered, sekarang wilayah Bantul, Yogyakarta; Jogja). Semua itu menunjukkan bahwa jiwa ksatria (Satria) selalu tumbuh subur di bumi Nusantara tercinta ini, dari jaman ke jaman.

Kebetulan juga saat nyusun MIDI pas malam Jum'at Kliwon (09-02-2018) sampai lewat tengah malam. Karena spaneng, ada salah tekan tombol hingga suara Bass-nya seperti alat musik tiup yang terkesan menyeramkan (magis). Penulis menghibur diri sambil senyum-senyum: "Barangkali karena Sultan Agung dan pasukan yang dulu berperan dalam perang besar menggempur Batavia, ikut hadir dalam fikiran penulis".


Silahkan coba klik Link ini:  SUNDA KELAPA Rev-8aa

Dan silahkan klik Link ini:  SUNDA KELAPA (magis)


Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini: SUNDA KELAPA




Setelah coba play-back (putar-ulang) on-line, ternyata ada salah pada lagu itu, mestinya "Citarum letak krajaan purba"  tapi terucap: "Ciliwung letak krajaan purba".

Mohon maaf saja kepada pengarang (Hendrayadi) dan seluruh penggemar lagu 'Sunda Kelapa' yang legendaris itu.

 
Jakal, 11-02-2018 jam 13:53
 
 

08/02/2018

GURU MUDA


Yang ini bermula dari perasaan canggung saat menjadi guru honorer di SMA Bina Harapan tahun 1982 yang mana saat itu penulis masih kuliah di FKT (FPTK) di IKIP Yogyakrta semester 3 dan usia baru 19 tahun, sementara murid yang diajar saat itu ada yang berusia 20 tahun, bahkan ada yang teman main penulis.

Di lain pihak, suasana kuliah di FKT sedang menyeret penulis pada arus idealisme untuk menjadi guru yang baik dengan kebanggaan yang berlebihan sebagai mahasiswa, seakan-akan sudah menggenggam ilmu kelas wahid (padahal senyatanya masih se-hitam-nya kuku). Maklum, saat itu FKT baru saja diresmikan oleh Presiden Suharto (1981), peralatan komplit dan baru karena bantuan ADB.

Saat penulis melaksanakan Praktek Kependidikan (PK) di STM Negeri II Yogyakarta (sekarang SMKN 3 Yogyakarta), lagu 'Guru Muda' ini penulis buatkan aransemen dengan gitar akustik, rencananya akan dipersiapkan untuk acara perpisahan siswa di Purna Budaya jika mahasiswa PK didaulat tampil. Tetapi alhamdulillah, karena acara sangat padat, mahasiswa PK tidak tampil.

Seingat penulis, saat itu MC-nya Pak Guno Samekto (Guru STMN II Yogyakarta; pelawak kondang Jogja), dan Kepala Sekolah; Pak Ir. Iksan (mungkin ejaannya salah).

Setelah penulis merantau ke Indonesia Timur; mengajar di STM Negeri Ternate, lagu ini sering penulis nyanyikan berulang-ulang dengan percobaan aransemen yang berubah-ubah.

Penulis pindah ke STM Pembangunan, Mrican pada 1994 setelah 8 tahun merantau, dan lagu itu masih saja mengalami perubahan demi citarasa.

Saat penulis selesai membuat studio rekam sederhana di SMK Negeri 2 Depok, barulah vokal lagu ini direkam ulang dengan aransemen musik menggunakan MIDI Composer.


Beberapa saat yang lalu, penulis dapat konfirmasi dari mas Naafi Aryanta (lulusan kira-kira 2012 dan yang 3 tahun lalu PPL), intinya tidak keberatan atas gambar Cover itu, bahkan sy dikirimi foto yang agak clear. Oleh itu, setelah edit beberapa saat, Cover lagu direvisi menjadi seperti ini.

Silahkan coba klik link ini:  GURU MUDA

Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini:  GURU MUDA



17/01/2018

MAHAMERU DIGITAL ORCHESTRA


Tiba-tiba saya teringat hoby saat masih kecil; buat group musik yang mana saat itu musik Indonesia sedang di dominasi oleh Koes Plus, Panbers dan group band sejenisnya.

Di era sekitar tahun 1975, penulis yang masih kelas 6 SD ikut group Orkes Keroncong PUSPA IRAMA yang berpangkalan di Gentan Sinduharjo Ngaglik Sleman DIY. Di Orkes itu sebenarnya penulis masih jadi anak bawang yang hanya tahu tiga krip (G, C dan D) untuk Ukulele (Cuk; Kencrung), atau sesekali pegang Tenor.

Ini penulis mencoba buat aransemen keroncong untuk nostalgia dan ngiras pantes "Ngirim Leluhur" yang telah mengajari bermain musik genre jenis itu. Beliau-beliau itu adalah:

1. Bp. Samirejo, BA.(Bass Kebo; Bass Bethot; guru SD Gentan I)
2. Bp. Wedo Sakirmo (Cello; guru SD Gentan I)
3. Bp. Prapto (Biola; Viol, tinggal di Klitren, Gondokusuman)
4. Bp. Muji (Melody Gitar; tinggal di sisi selatan kompleks Gereja Banteng, Jl. Kaliurang km 7)
5. Bp. Purwanto (Flute; Seruling)
6. Bp. Sumari (Tenor, Vokal)
7. Anang Prawoto (Cuk; anak bawang)

Yang nyepuhi (kadang jadi MC):
1. Bp. Drs. Sigit Wruhantoro (Kesra Pemda Sleman)
2. Bp. Drs. Maryono Basri (Guru SMPN Gentan, filial SMPN Donoharjo; sekarang SMP Negeri 2 Ngaglik).

File MP3 Keroncong 'Oh Kasih' yang Album-nya bernama 'Taman Hati' itu, aransemen musiknya saya susun dengan MIDI Composer di Studio Mahameru (Jl. Kaliurang km.10,5), sedangkan rekaman suara dilakukan di Studio Rekam TAV SMKN 2 Depok.


Semula saya akan mengaransir lagu BIMBANG DI HATI, karya Ismanto, tapi berdasar ingatan saya, musik terlanjur jadi seperti itu.

Saya tanya mbak saya (Esti Hargorini; SMA Negeri 1 Jepara) yang kebetulan sedang pulang dan dulu pernah jadi penyanyi cilik di OK. Puspa Irama (sama-sama sebagai anak bawang, dan saat itu kami masih sering bingung).

Kakak saya ingat dua bait lagu, dan dari kalimat-kalimat itu saya bisa mencari lirik lengkapnya lewat Google. Terima kasih untuk Web dan Facebook yang saya kunjungi (alamatnya lupa nulis).

Ternyata bait terakhir masih salah. Berdasar masukan dari 'Mbakyu' sy, bait terakhir itu harusnya: "Betapa riang hatiku, Oh Kasih .. dst'. Juga cengkok lagu aslinya sebenarnya tidak seperti itu, saya sengaja sedikit mengubah cengkok dan jatuhnya nada, misal harusnya 3 (mi) jadi 5 (sol). Doakan, semoga lain waktu ada kesempatan untuk merevisi.


Silahkan coba klik link ini:  KERONCONG OH-KASIH




Silahkan coba klik link ini:  KERONCONG OH-KASIH (Revisi-1)

Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini: KERONCONG OH KASIH REV1



Sebenarnya sebelum file lagu 'Oh Kasih' itu, ada beberapa aransemen yang penulis buat untuk contoh penggunaan Midi Composer atau Midi Maker, diantaranya: Guru Muda (karya tahun 1983), Angin Malam (versi Broery Pesolima/ Broery Marantika), Lingsir Wengi, Jatuh Cinta (versi Broery Pesolima/ Broery Marantika), dan lagu Cintaku Di Lampung (Manthous).


Silahkan coba klik link ini:  CINTAKU JAUH DI LAMPUNG

Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini: CINTAKU JAUH DI LAMPUNG



Silahkan coba klik link ini:  JATUH CINTA

Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini:  JATUH CINTA




Silahkan coba klik link ini:  LINGSIR WENGI

Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini: LINGSIR WENGI




Stembayo TAV, Rabu, 16 Januari 2018, jam 12:35