12/07/2012

WAYANG RRI YOGYAKARTA


Yang ini file-file Tonil Wayang Kulit yang disiarkan melalui frekuensi 91,2 MHz (FM) dan gelombang 271,6 Meter (AM-MW) oleh RRi Yogyakarta yang dulu terkenal dengan nama RRI Nusantara II Yogyakarta, kemudian ganti nama RRI Regional II Yogyakarta, ganti lagi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Yogyakarta.

Ada tiga lakon:

1. BHANUWATI RIMONG BATHIK (durasi 90 menit)
    Karawitan         RRI Nusantara II Yogyakarta
    Waranggana      Nyi. Sri Rahayu, Nyi Kasilahi, Nyi Pariyem, Nyi Jatha
    Rekaman          Jum'at, 02 Maret 2001
    Disiarkan          Sabtu, 03 Maret 2001
    Format file        MP3, 22.050 Hz, 16-bit, 48 Kbps, mono

RRI_Yk_Rimong_Bathik_Ki_Anang_Prawoto_1a.mp3 RRI_Yk_Rimong_Bathik_Ki_Anang_Prawoto_1b.mp3

Sampul_Kaset__Rimong_Bathik_Ki_Anang_Prawoto.jpg


2. PANDHAWA LUWAR/WIRATHA PARWA (durasi 90 menit)
    Karawitan         RRI Nusantara II Yogyakarta
    Waranggana      Nyi. Sri Rahayu, Nyi Samiyati, Nyi Jatha
    Rekaman          Jum'at, 04 Januari 2002
    Disiarkan          Sabtu, 05 Januari 2002
    Format file        MP3, 22.050 Hz, 16-bit, 48 Kbps, mono

RRI_Yk_Wiratha_Parwa_Ki_Anang_Prawoto_1a.mp3 RRI_Yk_Wiratha_Parwa_Ki_Anang_Prawoto_1b.mp3 RRI_Yk_Wiratha_Parwa_Ki_Anang_Prawoto_2a.mp3 RRI_Yk_Wiratha_Parwa_Ki_Anang_Prawoto_2b.mp3

Sampul_Kaset__Wiratha_Parwa_Ki_Anang_Prawoto.jpg


3. BAMBANG LINTANG JOHAR (siaran langsung semalam suntuk)
    Karawitan         CAHYO LARAS pimpinan Bp. Subronto
                            Jaban Sinduharjo Ngaglik Sleman
    Waranggana      Nyi Mujiati  (Klembon Sukoharjo Ngaglik)
                            Nyi Suyati  (nDholo)
    Waktu Siaran    Sabtu, 28 Januari 2006
    Tamu                Ki MW. Sigit Manggala Saputra
                            (ngendhang sampai Gara2)
    Format file        MP3, 32.000 Hz 16-bit, 48 Kbps, mono

RRI_Yk_Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto_1a.mp3 RRI_Yk_Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto_1b.mp3 RRI_Yk_Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto_2a.mp3 RRI_Yk_Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto_2b.mp3 RRI_Yk_Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto_3a.mp3 RRI_Yk_Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto_3b.mp3 RRI_Yk_Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto_4a.mp3 RRI_Yk_Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto_4b.mp3 RRI_Yk_Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto_5a.mp3 RRI_Yk_Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto_5b.mp3

Sampul_Kaset__Lintang_Johar_Ki_Anang_Prawoto.jpg

Tak lupa, diucapkan terima kasih kepada Bp. Slamet HS., dan tentu saja seluruh kru teknik yang telah bersusah-susah merekam ulang ke pita-kaset dari masing-masing masternya.
Silahkan coba download.


28/06/2012

SILATURAHMI DI KEDATON TERNATE


Beberapa waktu lalu, dengar dari famili, katanya ada berita lelayu, seorang Sultan di Maluku meninggal dunia. Setelah telusur sana-sini, akhirnya diperoleh berita bahwa yang wafat adalah Sultan Tidore (Sultan H. Djafar Syah; meninggal hari Jum'at 13 April 2012). Inna lillahi wa inna illaihi raji'un. Semoga mendapat tempat mulia disisiNya.

Penulis jadi teringat saat-saat menerima kenyataan hidup (teman-teman biasa bergurau begitu) merantau di Ternate (1987-1994), jalan-jalan ke Soa-Sio Tidore, dan juga silaturahmi ke Sultan Ternate (Sultan Mudafar Syah) dengan teman yang aneh (suka bawa payung) pada 08 Mei 1989, bertepatan dengan 02 Syawal 1409 H.

Ini foto yang diambil oleh teman (Drs. Sumantoro Harinto Purnomo; asal dan sekarang tinggal di ndalem Notoyudan).



Tampak pada foto, Sultan diapit oleh dua sesepuh ber-peci, sementara penulis tampak terlalu serius 'merasakan aura magis' halaman belakang kedaton Ternate itu.

08/06/2012

MASYARAKAT ROKET INDONESIA


Kamis 07 Juni 2012 pagi, penulis mendapat disposisi dadakan untuk menghadiri acara Focus Group Discussion tentang Roket Uji Muatan (RUM) di gedung pusat Fakultas Teknik UGM. Sebenarnya agak tidak nyaman karena acara yang diselenggarakan oleh Kemenristek dan UGM itu lebih sebagai konsumsinya para akademisi.

Dilain pihak, lembaga-lembaga yang banyak berkecimpung tentang roket didominasi oleh LAPAN, AAU atau AD, sementara yang biasa main-main dengan frekuensi radio adalah ORARI.

Semula penulis akan diam dan bermanis-manis saja, tapi saat acara penentuan nama komunitas pecinta roket dan pemilihan formatur, akhirnya penulis ikut hanyut dalam diskusi hangat hingga disepakatinya nama Masyarakat Roket Indonesia dan terbentuknya formatur yang diketuai Drs. Sadiyatmo, MT (lebih terkenal dengan sebutan pak Momon); Asisten Deputi Iptek Masyarakat Deputi Pendayagunaan Iptek Kemenristek.


05/06/2012

MELACAK ELANG RAJAWALI GARUDA PANCASILA


Jum'at malam (malam Sabtu) 01 Juni 2012 penulis diajak teman (mas Danang Dewo Subroto) melihat wayang di pendapa Wiyata Praja, komplek Kepatihan Yogyakarta dalam rangka peringatan hari lahir Pancasila. Acara ini merupakan buah kerjasama antara Rumah Garuda (inisiator mas Nanang Rahmad Hidayat; Kranthil Sewon Bantul) dan yayasan Sekar Parijatha (konon berpangkalan di daerah Jl. Prof. Yohanes, Sagan).

Secara kebetulan, dalang yang didaulat menggelar lakon "Lahiripun Garudha Senjari Putih" itu Ki Hadi Sutoyo dari Ngentak/Kepek Jetis Bantul (putra Alm. Ki Mas Wedana Sugi Cermosarjono dari Beji Bantul) yang bagi penulis seperti kakak sendiri.

Penulis dan  teman dengan tanpa ragu naik ke sebelah kiri kotak wayang, amping-amping Gong dan saka-guru pendapa. Ki Dhalang yang melihat kehadiran penulis dan teman itu akhirnya malah banyak 'nggarap-i' sambil memunculkan improvisasi yang segar dalam pagelarannya, terlebih saat budhalan Kahyangan dan perang kembang antara para Dewa dengan Niken Parijatha dan Niken Mayang-Sekar yang sedang menjaga Resi Sekandhadewa.


Malam itu nuansa pendapa Wiyata Praja tampak magis sekali, selain dekorasi kelir/gayor yang penuh untaian bunga plus dedaunan dan kain lurik, para personil Foto dan Video Shooting (apa mahasiswanya mas Nanang ya?) juga mengenakan kostum kejawen, tampak gagah dan cantik. Malah ada yang mirip Nyi Ageng Serang. Terlebih lagi, semua peralatan Foto dan Video dikalungi untaian melati segar yang harum mengimbangi harumnya kukus/kepulan dupa yang tiada henti yang mengiringi proses penyematan bunga pada tokoh wayang yang menjadi lakon pada malam itu, terutama "Sang Garuda".

Penulis sempat bincang-bincang dengan mas Nanang, (kebetulan ada tiga nama yang mirip: Anang, Danang dan Nanang), pagelaran ini menamplikan pakem Mahabarata Brontokusuman, episode pertama dari 7 paket lakon yang ada. Lengkapnya, baca di alamat ini saja:


atau:



WAYANG MINIMALIS DENGAN ELEKTONE ??


Sabtu 26 Mei 2012 yang lalu penulis agak bingung saat seperangkat wayang dipinjam teman dekat. Kirain mau untuk pagelaran utuh, ternyata digunakan untuk pagelaran 2 jam dengan iringan elektone dalam rangka menjamu tamu setelah acara nikahan. Dalangnya Ki Sarjito dari Gondangan sardonoharjo, tapi domisili di Semarang.


Sebenarnya agak ragu-ragu melepas wayang saya karena ingat lara-lapa saat merintis membuat dan mengoleksi. Benar-benar dengan prihatin, .. ya prihatin menyisihkan uang, .. juga prihatin dalam bentuk puasa untuk menjernihkan fikiran agar nantinya wayang ini 'mberkah-i'.

Untungnya mas Topo yang notabene kakak dari Ki Dalang itu bisa memahami, ubarampe tetap dicawiske. Secara kebetulan, Ki Dalang itu dulu teman TK saya, dan ayahnya (mbah Sastro Bakit atau mbah sastro Bagus) dulu diangkat sebagai putra mbarep oleh mbah carik Noto Disono (Gondangan; mbah-dhe-nya penulis).

Saat mendengarkan talu dengan ladrang Sri Slamet versi elektone, rasanya aneh dan sangli. Ki Dalang-pun katanya juga baru kali itu ndhalang diiringi elektone. Memang, tampaknya ini buah skrenario kreatif sekaligus usil dari pak Teguh (Gondangan).

08/05/2012

WAYANG MERTI-DHUSUN DI MINGGIR SLEMAN


Berikut ini, rekaman wayang kulit oleh Ki Anang Prawoto dari Sleman Yogyakarta pada acara merti dhusun di Sidomulyo Sendangrejo kecamatan Minggir, kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 10 Desember 2005.

Lakon yang dibawakan pada ritual itu adalah "Begawan Sukma Nglembara" yang merupakan sanggit dari babon cerita "Sri Sadana Nitis" oleh Ki Sugi Hadi Karsono (Ki Mas Wedana Sugi Cermosarjono) dari Beji Bantul.

Pengrawit dari Bantul (pimpinan mas Nono, cucu Ki Sugi HK) dengan waranggana Nyi Sujimah (Kembang-kerep Pundong Bantul) dan Nyi Triamin (Gunungsaren Srandakan Bantul).

Ini rekaman wayang siang hari, sedang malam hari-nya digelar wayang dengan lakon "Wahyu Panca Purba" oleh Ki Hadi Sutoyo (putra Ki Sugi HK.) dari Ngentak, Kepek, Jetis, Bantul.

File MP3-nya sudah siap, silahkan coba klik. Seperti file-file sebelumnya, format MP3 ini adalah: Mono, 22,05kHz, 16bit, 48kbps.

NAPAK TILAS MASA KECIL


Perjalanan napak tilas di Sendang-Agung (Sendangagung, sekitar 12 km di sebelah timur kota Rembang Jawa-Tengah) ini dilakukan  pada tanggal 04 Mei 2012 selepas sholat Jum'at.

Desa itu masih jauh dari kebisingan meski jarak ke Jl.Daendels (Pantura) hanya beberapa kilometer. Suasananya tenang tak terlalu banyak berubah.

Ada kali yang meski tidak sejernih air di Sleman, tapi lumayan bening untuk mandi anak-anak kecil yang habis bermain bola dilapangan. Jalan setapak melintas hutan jati.

Gambar/foto-nya nyusul saja.