15/07/2018

NENG GEULIS


Aransemen lagu ini jadi istimewa karena pas proses mixing-down untuk menghasilkan MP3 lagu 'Neng Geulis' bertepatan dengan terjadinya baku tembak di Jl. Kaliurang km.9,5 (dekat Alfamart, juga berdekatan dengan komplek perkantoran; Kecamatan Ngaglik, Koramil Ngaglik, Polsek Ngaglik dan Kantor Desa Sardonoharjo), yang konon khabarnya itu Densus 88 vs teroris.

Rumah penulis ada di Jl. Kaliurang (biasa disingkat; Jakal) km. 10,3.

Tanda pal (tugu kecil) km.10 itu sebenarnya sudah bergeser, semula ada di selatan Puskesmas Ngaglik, berjarak sekitar 10m dari tepi selatan. Sekarang pal km.10 berada tepat di depan kantor Kecamatan Ngaglik, berarti bergeser ke selatan kira-kira 200m, sehingga kejadian itu sebenarnya ada di km.9,9 (versi pal baru).

Di bagian bawah sana, saya sertakan Screen Capture info file lagu "Neng_Geulis_+5" yang nadanya terlalu rendah sehingga pas menyuarakan vokal nada rendah, nyaris kandas.

Sayangnya, file MP3-nya belum bisa saya unggah karena nunggu Cover dan Tag.

Sabtu 21 Juli 2018 menjelang maghrib, cover lagu selesai, tapi lumayan capek karena harus belajar main-main Corel Draw, itupun hanya jadi sket wajah 'Mojang Bandung'.

Silahkan coba klil Link ini:   NENG GEULIS

Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini: NENG GEULIS








-- --


03/07/2018

MELIHAT PPDB SMK DI DIY


Mulai tanggal 28 Juni hingga 6 Juli 2018 menjadi masa-masa mendebarkan bagi lulusan SLTP.



Ini sekedar membantu untuk menemukan link PPDB DIY untuk jenjang SMA / SMK.

Untuk aktifasi Akun, silahkan klik Link ini: AKTIFASI AKUN

Dengan data:
Nomor Pendaftaran
Token
Buat Password baru


Untuk Pendaftaran, silahkan klik Link ini: PENDAFTARAN

Disarankan untuk mendapatkan informasi selengkap mungkin melalui Ketua Program Keahlian (KPK) yang telah standby di lokasi.


25/05/2018

DREAM OF ME

Sebenarnya sejak 21 Maret 1998, kaset "Beautiful Memories Volume 2" produksi KING'S RECORDS INC., PT. INDO SEMAR SAKTI JAKARTA INDONESIA sudah saya putar, tapi ternyata tidak mudah menyesuaikan citarasa di hati dengan lagu-lagu Pop-Barat yang ada di kaset itu.

Mungkin sense saya memang sudah terpaku pada gendhing Jawa, Langgam, Keroncong, Pop-Jawa, Pop-Indonesia atau malah Qasidah dan Dangdut.

Lagu ini tidak cukup menggoda hati, padahal saya sadar bahwa lagu barat bisa menjadi media yang efektif untuk belajar bahasa Inggris. Makanya saat tiga bulan di Parung, Bogor (Juli - Oktober 2003) mengikuti diklat Bahasa Inggris oleh Diknas, rasanya telinga ini benar2 sangat sulit diajak kompromi saat uji listening, sampai-sampai saya bilang/ bergurau ke teman-teman: "Mungkin saya harus periksa ke dokter THT supaya listening-nya baik".

Lagi-lagi saya berkilah, tidak apa-apa listeningnya tidak bagus, toh Inggris saya lebih banyak berkutat pada aspek pasif (untuk membaca literatur teknik).

Setelah 20 tahun, saya temukan lagi file lagu itu, dan saya coba composing musik ngiras pantes belajar 'speaking' meski grathul-grathul dan aksen-nya masih Jawa medhok  (kalau pinjam istilah bu Yuliana Wahyundari; Inggris Nggunung), dan juga kadang masih ditertawakan bu Endang Listyandari saat prepare rekaman untuk ujian Listening Kemitraan atau Penjajakan UAN di Studio Rekam SMKN 2 Depok (STM Pembangunan Yogyakarta; Stembayo).

Sebenarnya lagu ini lebih sesuai untuk penyanyi wanita karena ada kata-kata "But my darling, I'll be home in your arm where I belong".

Tapi ini untuk sekedar contoh, dan, kapan-kapan saja-lah nanti rekaman lagi kalau saya menemukan penyanyi wanita itu.

Silahkan coba Klik disini : DREAM OF ME

Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini:  DREAM OF ME






an20180525_2310

 

24/05/2018

MERAPI PENANDA POLITIK NUSANTARA

Tersiar berita bahwa dini hari ini tadi; Kamis, 24 Mei 2018 jam 03.04, Merapi menyemburkan uap keatas dengan ketinggian kolom 6000 meter.

Merapi dalam pandangan Islam adalah 'makhluk' ciptaan Tuhan (titah Dalem Gusti Allah SWT) yang juga bisa berkata-kata dengan bahasa sesuai versi-nya. Dan, setiap gunung mendapat amanah dari Sang Pencipta untuk tugas tertentu.

Jika kita mengingat sejarah runtuhnya Pajang dan tumbuhnya Mataram (Kotagede), maka tampak terbukti bahwa alam-pun ikut berperan.

Apakah meletusnya gunung Merapi yang kemudian disusul banjir kali Opak itu hanya kebetulan? Atau, Danang Sutawijaya, putra Ki Gede Pemanahan (putra angkat yang sangat dikasihi Sultan Hadiwijaya) itu bisa mengendalikan Merapi dan sungai Opak yang membujur antara Kalasan dan Prambanan itu?

Yang jelas, setelah petistiwa itu, Mataram tumbuh menjadi negara besar dan Pajang surut.

Cerita yang lebih jauh adalah tutur tinular tentang  'Sandya Kala Majapahit', saat Sinuwun Brawijaya Pamungkas sedang 'di-negosiasi' oleh Kanjeng Sunan Kalijaga agar beliau mengijinkan Islam berkembang di Nusantara, dan merestui putranda-nya Raden Patah jumeneng Bupati Natapraja di Demak Bintoro (bekas alas Glagahwangi), hingga ada peristiwa fenomenal, raja agung Majapahit itu berkenan 'Pagas Rikma'.

Saat itu, pamomong Satria Tanah Jawa; Kyai Sabdapalon dan Kyai Nayagenggong tidak berkenan, dan ada 'ipat-ipat'; 'Limaratus tahun yang akan datang, aku akan hadir lagi, ditandai gunung Merapi njeblug, lahare mili ngidul ngulon, ambune banger ... dst'.

Dari situ, lagi-lagi Merapi menjadi sebuah tanda tentang terjadinya perubahan besar di bumi Nusantara ini. Apakah erupsi 2010 itu pertanda perubahan jaman, dan erupsi freatik berkali-kali ini juga tanda perubahan politik yang melibatkan seluruh wilayah (kawasan para Wali) Nusantara dan Keraton Mataram?

11/05/2018

MERAPI MENYAPA MANIS


Kebetulan penulis pagi tadi tidak ada tugas di kelas. Begitu presensi Fingerprint terus duduk santai sambil check keluhan-keluhan anak-anak, dan cari info via net dan medsos.


Begitu ada berita yang mengagetkan (biasanya berita medsos kan bombastis & membuat orang jadi panik atau kemrungsung) yang mengatakan bahwa Merapi Meletus, saya langsung kemas-kemas untuk menengok orang tua yang usianya sudah 82 tahun.

Di sepanjang jalan, saya sempatkan ambil gambar, dan saya tidak ikut euforia dengan dhisik-dhisik-an ngirim kepulan asap saat awal Merapi menyapa itu. Saya justru mencari bentuk-bentuk akhir dari sapaan itu.

Kalau beberapa gambar yang saya terima  terdahulu (dari famili dan teman-teman) bisa memberikan persepsi bermacam-macam (ada yang seperti mulut makhluk- makhluk  aneh, ada yang seperti gambar pandangan samping dari Mbah Marijan, dll), saya justru menterjemahkan akhir dari bentuk awan panas itu (sebelum akhirnya pudar oleh angin dan mendatangkan hujan abu hingga kota Jogja) sebagai sasmita yang lain. .

Foto ini saya terjemahkan sebagai gambar seorang Ibu yang sedang membungkuk, mungkin sedang mendekap bayinya untuk melindungi dari kedinginan,  dari bahaya,   atau dari cuaca yang tidak bersahabat.



Bolehlah saya menduga, Ibu itu sedang menyusui bayinya dengan penuh kasih agar bayi itu menjadi manusia paripurna (ya pinter, trampil dan berbudi luhur) yang nantinya akan menjadi tokoh penting di Nusantara tercinta ini.

Bisa jadi, itu sanepa munculnya Satriya Piningit yang nanti akan menjadi Satria Pinilih atau bahkan Satriya Pinuji yang Sinisihan Wahyu, dan memang nampa lilah Dalem Gusti Allah SWT untuk menenteramkan negeri ini, 



Suasana akhir dari kepulan awan panas itu senyatanya memang membuat udara menjadi sejuk (saya malah agak kedinginan saat melaju ke arah Jl. Kaliurang) karena di bagian timur agak keatas sana, matahari benar-benar terhalang oleh awan panas yang tercampur abu itu.

Dan doa saya, semoga berawal dari gambar itu, terpancar sifat ke-Ibu-an, ke-Rahim-an, Ma-Taram (Mataram) dan terciptalah negeri yang tenteram, penuh berkah seperti tertera pada Qur'an Surat At-Tiin: "Wa haadzal baladil amiin".

Dan jika Allah mengijinkan, negeri di dekat gunung Merapi itulah (Yogyakarta ) yang akan tetap menjadi ruh NKRI.

Jogja untuk Indonesia, dan Jogja untuk Dunia.

Wallahu a'lam bish-shawab.


23/04/2018

KLIPING TULISAN DI KORAN

Ceritanya lain kali saja, yang penting kliping koran bisa ditampilkan disini.

[1]
Lingkaran Setan Kemerosotan Mutu Lulusan SMTA (Harian Kedaulatan Rakyat; Opini; Oleh: Anang Prawoto)


[2]
Ngarsa Dalem dan Bupati Bantul (Harian Kedaulatan Rakyat; Pikiran Pembaca; Oleh: Anang Prawoto)


[3]
Jangan Kelabuhi Guruku (Harian Kedaulatan Rakyat; Pendapat Guru; Oleh: Anang Prawoto)


[4]
Berguru Pendidikan Kepada Sultan HB VIII (Harian Kedaulatan Rakyat; Adiluhung; Oleh: Anang Prawoto)



Yang lain menyusul.


an20180423-2126

 

 


07/04/2018

BERDUA LEBIH BAIK


Lagu ini saya temukan saat bongkar2 tugas siswa tahun 2013. Sebenarnya tugas itu bukan menyanyi, tapi membuat rangkaian Audio Mixer sederhana 3 Channel dengan transistor.

Untuk uji cobanya siswa harus merangkai mikropon sederhana dengan Electric Condenser Microphone (ECM) yang semua serba murah.

Semenrtara itu , untuk latihan editing, mereka saya bebaskan apakah mau menggunakan Ulead Audio Editor, Audacity atau Cool Edit Pro, dan rekaman vokal-nya harus dilakukan menggunakan mikropon plus mixer buatan sendiri itu. Lagu yang ditirukan boleh dari genre apa saja, asal tidak melanggar kode etik.

Saat check hasil rekaman, saya sering tertawa sendiri mendengarkan suara mereka .. , lucu dan ekspresinya aneh. Level rekaman umumnya dibawah -20dB, itupun terdengar tarikan nafas yang sangat keras.

Ada satu yang saya coba ambil kemudian saya buatkan aransemen musiknya.

Data rekaman file itu: 29 Januari 2013, 9:58:24 dengan format 128 kbps, Mono, 44,1 kHz.  Judul aslinya: "Berdua Lebih Baik" oleh Acha Septriasa.

Supaya tidak malu, nama siswa untuk cover MP3-nya saya ganti dengan "Lintang Maharani".


Silahkan coba klik link ini : BERDUA LEBIH BAIK

Jika Anda kesulitan meng-akses, gunakan alternatif Link ini: 




Maaf, karena mungkin ini lagu yang masih tergolong baru, server-nya "4shared.com" memasang pesan bahwa lagu itu tidak bisa diunduh/ di-download oleh pengunjung Blog kecuali oleh MAHAMERU sendiri.

Untuk sekedar mendengarkan cuplikan instrumen, bisa Klik disini: POTONGAN BLB


Jika menginginkan file MP3 selengkapnya, silahkan kontak, kami akan kirimkan melalui e-mail atau WA.


an20180408_11.13_rmh